Dalam mengurus perizinan berusaha melalui sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS RBA), menentukan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) adalah langkah paling fundamental. Ibarat fondasi, salah memilih KBLI akan membuat seluruh bangunan legalitas bisnis Anda runtuh.
Bagi pengusaha yang bergerak di sektor distribusi dan supplier, memilih kode di sektor perdagangan sering kali membingungkan karena banyaknya ragam komoditas yang diatur oleh pemerintah.
Terutama untuk skala Perdagangan Besar (grosir), ada aturan spesifik yang tidak boleh tertukar dengan perdagangan eceran. Mari kita bahas cara memilihnya agar izin operasional Anda aman.
Berdasarkan aturan KBLI tahun 2020 (yang saat ini terintegrasi dengan OSS RBA), seluruh sektor perdagangan grosir dan eceran masuk ke dalam Kategori G. Namun, Anda harus memperhatikan Golongan Pokok (dua digit pertama) dari kode tersebut:
Jika bisnis Anda adalah mendistribusikan barang ke toko, pabrik, atau instansi dalam jumlah besar, maka Anda harus mencari kode yang berawalan angka 46.
Agar tidak terjadi tumpang tindih perizinan, ikuti tiga langkah penting ini saat memilih KBLI di sistem OSS:
1. Pastikan Model Bisnis Anda (B2B)
Perdagangan besar berarti Anda menjual barang kembali tanpa perubahan teknis kepada pengecer, pengguna industri, pengguna komersial, institusi, atau pedagang besar lainnya. Jika Anda menjual langsung ke konsumen akhir untuk pemakaian pribadi, itu masuk ke ranah eceran (KBLI 47).
2. Pilih Berdasarkan Komoditas Spesifik
KBLI 46 memiliki banyak turunan. Anda harus mencari kode 5 digit yang paling spesifik. Misalnya:
3. Perhatikan Skala Tingkat Risiko
Sistem OSS RBA akan mengklasifikasikan KBLI tersebut ke dalam tingkat risiko tertentu (Rendah, Menengah, atau Tinggi). Pastikan Anda membaca deskripsi risiko ini, karena hal tersebut akan menentukan apakah Anda memerlukan Sertifikat Standar tambahan dari kementerian terkait (seperti Izin Edar BPOM untuk produk makanan).
Jangan pernah meremehkan kesalahan input KBLI. Jika kode yang Anda pilih tidak sesuai dengan kegiatan nyata di lapangan, Anda akan menghadapi berbagai masalah serius:
Membedah ratusan halaman buku panduan KBLI tentu sangat memusingkan dan menyita waktu berharga Anda. Jangan sampai Anda salah melangkah di tahap awal pendirian perusahaan yang berakibat pada kegagalan operasional di masa depan.
Tim konsultan perizinan dari Ruang Pedia hadir untuk membedah model bisnis Anda dan merumuskan kode KBLI perdagangan yang paling akurat, efektif, dan aman secara regulasi. Kami mengurus pendaftaran NIB dan pemenuhan Sertifikat Standar hingga izin bisnis Anda terbit secara komersial.
Pastikan legalitas distribusi bisnis Anda berdiri di atas fondasi hukum yang tepat. Segera hubungi kami untuk konsultasi pemilihan KBLI dan pengurusan perizinan berusaha Anda!
Untuk perizinan berusaha menengah tinggi, pelaku usaha diwajibkan memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Sertifikat Standar yang memerlukan verifikasi dari kementerian atau lembaga pemerintah terkait.
Secara regulasi, aspek hukum pembubaran CV (Persekutuan Komanditer) mengharuskan para pendiri (sekutu) untuk membuat kesepakatan penutupan usaha yang dituangkan dalam Akta Pembubaran Notaris, lalu mendaftarkannya ke sistem SABU Kemenkumham.