Mendaftarkan merek dagang adalah langkah perlindungan mutlak bagi identitas bisnis Anda. Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) akan mencegah kompetitor menjiplak nama atau logo perusahaan yang sudah Anda bangun.
Namun, proses pendaftaran merek ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) tidak selalu berjalan mulus. Banyak pengusaha yang permohonannya ditolak karena nama mereknya dianggap meniru merek yang sudah ada.
Agar uang dan waktu Anda tidak terbuang sia-sia, Anda wajib melakukan penelusuran merek terlebih dahulu. Mari kita bahas panduan lengkap cara mengeceknya secara mandiri.
Alasan utama penolakan oleh DJKI adalah adanya "persamaan pada pokoknya" dengan merek terdaftar. Artinya, merek Anda memiliki kemiripan bunyi ucapan (fonetik) atau tampilan visual dengan pihak lain.
Penolakan juga otomatis terjadi jika merek Anda sama persis secara keseluruhan. Selain itu, penggunaan kata umum yang menerangkan jenis barang (seperti merek "Kopi Hitam" untuk produk kopi) juga dilarang oleh undang-undang.
Pemerintah telah menyediakan portal Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI) yang bisa diakses secara terbuka. Berikut adalah langkah-langkah pengecekannya:
Jika dari hasil pencarian Anda menemukan merek yang terdengar mirip, sebaiknya segera modifikasi nama merek Anda. Jangan memaksakan diri mendaftar karena potensi penolakannya sangat besar.
Pastikan juga Anda memilih kelas barang atau jasa yang tepat saat pendaftaran. Konsultasikan pemilihan kelas ini dengan konsultan HKI agar perlindungan merek Anda mencakup seluruh lini produk yang dijual.
Proses analisis kemiripan merek sering kali membingungkan bagi orang awam. Analisis yang keliru bisa berujung pada kerugian biaya pendaftaran yang tidak bisa ditarik kembali.
Tim konsultan legal dari Ruang Pedia siap mendampingi proses pendaftaran merek dagang Anda dari awal hingga sertifikat terbit. Kami akan melakukan penelusuran merek secara mendalam untuk memastikan tingkat keberhasilan pendaftaran Anda maksimal.
Amankan identitas dan reputasi bisnis Anda sebelum direbut oleh kompetitor. Segera Hubungi kami hari ini untuk layanan pendaftaran merek HKI yang profesional dan terpercaya!
Membawa merek waralaba internasional (franchise asing) ke pasar Indonesia adalah peluang bisnis yang sangat menjanjikan. Antusiasme konsumen lokal terhadap produk makanan, minuman, hingga jasa dari merek global seolah tidak pernah surut.
Perbedaan PT dan Firma yang paling mendasar terletak pada status hukum dan batasan tanggung jawab pendirinya. PT (Perseroan Terbatas) berstatus badan hukum, di mana tanggung jawab pemegang saham terbatas hanya pada modal yang disetorkan.