
Hingga saat ini masih banyak usaha tanpa legalitas beroperasional di Indonesia, baik itu UMKM ataupun bisnis dengan skala besar.
Padahal perizinan atau perlindungan hukum ini adalah elemen penting di dalam dunia bisnis. Ada banyak manfaat akan diperoleh suatu bisnis jika mengurusnya, bahkan hingga ke tahap persaingan di dunia internasional.
Meskipun demikian masih banyak pengusaha kecil atau besar menyepelekan perizinan ini. Ada beberapa faktor penyebab para pengusaha tidak mau mengurus hingga akhirnya bisa merugi.
Legalitas bisnis menunjukkan bahwa suatu bisnis telah diakui secara sah oleh peraturan dan undang-undang berlaku di tempat bisnis tersebut didirikan. Sehingga posisinya sudah kuat dan memiliki kewajiban serta hak sah di mata hukum setempat.
Legalitas tersebut juga berperan sebagai jati diri dan membantu melegalkan kegiatan usaha di dalam perusahaan, sehingga lebih mudah diakui oleh masyarakat.
Namun, masih banyak pengusaha menyangsikan hal tersebut, sehingga mereka berbisnis dengan status usaha tanpa legalitas. Di bawah ini kami sajikan alasan-alasan keengganan tersebut:
Sebelum memutuskan untuk tidak mengurus legalitas, ketahui apa saja kerugian bagi pengusaha. Berikut penjelasannya untuk Anda :
Untuk mendapatkan legalitas untuk usaha, Anda dapat mengurusnya dengan lebih mudah dan anti ribet menggunakan jasa legalitas dari RuangPedia. Anda bisa mempersiapkan usaha dengan nyaman sambil menunggu pengurusan yang dilakukan oleh RuangPedia.
Efek negatif dari usaha tanpa legalitas di atas, dapat disimpulkan bahwa banyak kerugian yang akan didapat dan menghambat perkembangan bisnis.
Memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) bukanlah akhir dari kewajiban perizinan perusahaan Anda. Setiap badan usaha yang telah terdaftar resmi memiliki kewajiban pelaporan investasi secara rutin kepada pemerintah. Laporan berkala ini dikenal dengan nama Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Sayangnya, masih...
Perbedaan utama legalitas yayasan dan perkumpulan terletak pada keanggotaan dan status kekayaannya. Yayasan sama sekali tidak memiliki anggota dan kekayaannya murni dipisahkan dari pendiri untuk tujuan sosial. Sebaliknya, perkumpulan memiliki anggota yang diikat oleh kesamaan minat, dan kekayaannya berasal dari...