Hubungi Kami

POJK 35 dan Ketentuan Penting di Sektor Keuangan

 

Industri  multifinance atau pembiayaan memegang peranan vital dalam roda ekonomi Indonesia, terutama dalam memfasilitasi kepemilikan kendaraan bermotor dan modal kerja. Untuk menjaga kesehatan industri ini sekaligus melindungi konsumen, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan regulasi payung hukum yang dikenal luas sebagai POJK 35 atau Peraturan OJK Nomor 35/POJK.05/2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan. 

Regulasi ini menjadi tonggak penting karena mengubah lanskap bisnis  leasing , mulai dari aturan uang muka ( Down Payment /DP) hingga etika penagihan utang ( debt collection ) yang sering menjadi sumber konflik di lapangan. 

Sorotan Utama dalam POJK 35/2018 

POJK 35 tidak hanya mengatur internal perusahaan pembiayaan, tetapi juga menyentuh langsung aspek yang dirasakan oleh debitur (konsumen). 

Berikut adalah tiga poin krusial yang wajib diketahui oleh pelaku usaha maupun masyarakat umum: 

  • Peluang DP 0 Persen (Uang Muka Nol Rupiah)  

Salah satu terobosan paling berani dalam aturan ini adalah diizinkannya perusahaan pembiayaan memberikan fasilitas kredit kendaraan bermotor dengan uang muka 0%. Namun, fasilitas ini tidak diberikan sembarangan. OJK menetapkan syarat ketat: hanya perusahaan pembiayaan dengan rasio kredit macet ( Non-Performing Financing /NPF) netto di bawah 1% yang boleh menawarkan DP 0%. Artinya, hanya perusahaan yang sangat sehat dan selektif yang bisa memberikan fasilitas ini. 

  • Aturan Ketat bagi Penagih Utang (Debt Collector)  

POJK 35 memberikan landasan hukum yang tegas terkait penggunaan jasa penagihan pihak ketiga. Perusahaan pembiayaan diperbolehkan menggunakan jasa  debt collector , namun dengan syarat mutlak: 

  • Tenaga penagih wajib memiliki sertifikasi profesi dari lembaga yang ditunjuk asosiasi. 
  • Penagihan tidak boleh dilakukan dengan cara ancaman, kekerasan, atau tindakan yang bersifat mempermalukan debitur. 
  • Perusahaan pembiayaan bertanggung jawab penuh atas segala tindakan hukum yang dilakukan oleh pihak ketiga tersebut. 

 

  • Wajib Lakukan Analisis Kelayakan (5C)  

Sebelum menyetujui kredit, perusahaan pembiayaan dilarang hanya mengejar target penjualan. Regulasi ini mewajibkan adanya analisis kelayakan debitur yang komprehensif, meliputi  Character (watak),  Capacity (kemampuan bayar),  Capital (modal),  Collateral (jaminan), dan  Condition of Economy . Jika kredit macet terjadi akibat kelalaian analisis, perusahaan dapat dikenai sanksi. 

Risiko Bagi Perusahaan Pembiayaan 

POJK 35 bukan sekadar himbauan. OJK menerapkan sanksi bertingkat bagi perusahaan yang melanggar ketentuan ini, mulai dari peringatan tertulis, pembekuan kegiatan usaha (PKU), hingga pencabutan izin usaha. 

Bagi debitur, memahami aturan ini juga penting agar tidak terjebak dalam pinjaman yang memberatkan atau menjadi korban malpraktik penagihan yang tidak sesuai prosedur hukum. 

Kepatuhan Hukum adalah Kunci Bisnis Berkelanjutan 

Dinamika regulasi di sektor keuangan menuntut pelaku usaha untuk selalu  agile (lincah) namun tetap patuh ( compliant ). Ketidakpahaman terhadap satu pasal saja dalam POJK bisa berakibat fatal pada reputasi dan kelangsungan izin usaha Anda. 

Berencana Mendirikan Koperasi, atau Perusahaan Pembiayaan? 

Mendirikan lembaga keuangan membutuhkan fondasi legalitas yang jauh lebih kompleks dibandingkan perusahaan dagang biasa. 

Serahkan pada Ruang Pedia! Tim ahli kami siap mendampingi Anda menavigasi rumitnya regulasi keuangan, meliputi: 

  • Pendirian Badan Hukum (PT/Koperasi) khusus jasa keuangan. 
  • Konsultasi perizinan OJK dan sistem OSS RBA. 
  • Penyusunan Anggaran Dasar yang sesuai standar OJK. 
  • Audit legalitas dan kepatuhan perusahaan ( Legal Due Diligence ). 
  • Pengurusan NIB dan Izin Operasional terkait. 

Jangan ambil risiko dengan legalitas setengah-setengah. Bangun bisnis keuangan yang kredibel dan terpercaya sejak hari pertama. 

Hubungi Ruang Pedia sekarang untuk solusi legalitas bisnis keuangan Anda! 


 




Share this post:

Related posts:
Kapan Harus Melakukan Perpanjangan Izin Usaha? Cek Jadwalnya di Sini

Aturan perpanjangan izin usaha saat ini sangat bergantung pada jenis dokumennya. Nomor Induk Berusaha (NIB) berlaku seumur hidup selama perusahaan masih beroperasi. Namun, izin komersial dan operasional lanjutan seperti Sertifikat Standar, Izin Edar BPOM, Sertifikat Halal, atau Sertifikat Badan Usaha...

Bisakah Advokat Menggunakan Virtual Office?

Banyak praktisi hukum yang bertanya, apakah virtual office untuk pengacara diperbolehkan? Jawabannya adalah sangat bisa dan legal. Advokat atau firma hukum dapat menggunakan fasilitas alamat virtual sebagai domisili resmi untuk menerima surat-menyurat pengadilan dan mendaftarkan legalitas firma, asalkan penyedia layanan...