Di era serba digital ini, pelaku usaha pasti akrab dengan berbagai akun layanan pemerintah, mulai dari OSS, DJP Online, hingga sistem e-Faktur. Saat berurusan dengan sistem keamanan tinggi, Anda mungkin pernah diminta membuat atau memasukkan Passphrase.
Banyak orang mengira Passphrase sama dengan Password. Akibatnya, mereka sering lupa atau salah memasukkan data saat ingin menginstal Sertifikat Elektronik atau melakukan Tanda Tangan Digital.
Secara harfiah, Passphrase adalah "frasa sandi". Berbeda dengan password (kata sandi) yang biasanya berupa satu kata acak atau kombinasi karakter pendek, passphrase adalah serangkaian kata yang disusun menjadi sebuah kalimat atau frasa yang panjang.
Contoh Perbedaan:
Dalam konteks layanan digital pemerintah (seperti Direktorat Jenderal Pajak), passphrase digunakan sebagai kunci otentikasi lapis kedua untuk melindungi identitas digital Anda, seperti Sertifikat Elektronik.
Secara teknis keamanan (cybersecurity), Passphrase jauh lebih aman. Mengapa?
Mesin peretas (hacker) biasanya menggunakan metode Brute Force (menebak semua kombinasi). Semakin panjang karakter, semakin mustahil untuk ditebak. Password 8 karakter bisa dibobol dalam hitungan jam, tapi Passphrase 20+ karakter butuh ratusan tahun untuk dipecahkan.
Otak kita lebih mudah mengingat kalimat cerita ("Saya Suka Kopi Susu Tanpa Gula") daripada kode acak ("S5KStG"). Ini mengurangi risiko Anda menuliskan sandi di kertas yang bisa diintip orang lain.
Bagi Anda pemilik bisnis (PT/CV/PKP), Anda akan berhadapan dengan passphrase dalam situasi berikut:
Saat Anda dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP), Anda akan mendapatkan Sertifikat Elektronik dari DJP. Untuk mengunduh dan memasang (install) sertifikat ini ke browser atau aplikasi e-Faktur, Anda wajib memasukkan passphrase yang Anda buat saat pengajuan.
Layanan tanda tangan digital tersertifikasi (seperti PrivyID, Vida, atau BSrE untuk instansi) menggunakan passphrase untuk mengakses Private Key Anda sebelum membubuhkan tanda tangan di dokumen kontrak atau legalitas.
Jika perusahaan Anda berinvestasi di aset digital, passphrase (sering disebut seed phrase) adalah kunci utama untuk memulihkan akses dompet digital Anda.
Agar akun bisnis dan data pajak Anda aman, ikuti tips ini:
Lupa passphrase Sertifikat Elektronik adalah salah satu keluhan paling umum yang membuat pengusaha gagal lapor pajak tepat waktu, berujung pada denda.
Dunia keamanan digital dan administrasi perpajakan memang rumit. Jika Anda ingin fokus berbisnis tanpa pusing memikirkan teknis sertifikat dan pelaporan, serahkan pada ahlinya.
Ruang Pedia menyediakan layanan pendampingan perpajakan lengkap:
Hubungi kami untuk solusi administrasi pajak dan legalitas!
Dalam dunia bisnis yang dinamis, pertumbuhan tidak selalu harus dimulai dari nol. Terkadang, strategi terbaik untuk memperbesar pangsa pasar atau menyelamatkan kondisi keuangan adalah dengan melakukan penggabungan usaha.
Bagi pelaku usaha Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP), memiliki nomor PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) adalah kunci agar produk bisa masuk ke minimarket, toko oleh-oleh, hingga marketplace besar.