Pengusaha merupakan salah satu wajib pajak yang masuk ke dalam kategori Pengusaha Kena Pajak (PKP). Apabila Anda termasuk kategori PKP pajak, sangat penting untuk mengetahui strategi pengelolaan pajak agar terhindar dari kerugian besar.
Secara umum, ada dua jenis pajak yang dikenakan pada PKP yaitu pajak penghasilan (PPh) dan pajak pertambahan nilai (PPN). Masing-masing pajak mempunyai besaran yang berbeda sehingga harus dikelola dengan baik.
Dibutuhkan strategi khusus untuk mengelola perpajakan. Berikut ini beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menghindari sanksi, denda, atau beban keuangan yang terlalu besar.
Tax planning atau perencanaan pajak merupakan salah satu strategi efektif untuk menghindari beban pajak yang tidak sesuai.
Melalui tax planning, pengusaha dapat menentukan posisi sebagai wajib pajak. Kategori yang dipilih akan mempengaruhi jumlah insentif pajak.
Menjadi pengusaha berstatus PKP pajak merupakan cara jitu untuk mengurangi beban. Dengan status PKP, omzet di bawah 4,8 miliar per tahun masih dikategorikan sebagai UMKM.
Salah satu strategi yang cukup efektif untuk mengelola pajak adalah dengan memanfaatkan insentif pajak. Insentif PPh Final sebesar 0,5 persen ditanggung oleh pemerintah sehingga dapat mengurangi beban pajak Anda.
Dengan pengajuan pembebasan, UMKM tidak perlu menyetor PPh final ke negara.
Tidak melaporkan dan menyetorkan pajak bisa membuat Anda terkena denda dan sanksi yang cukup besar.
Agar terhindar dari hal tersebut, pastikan perusahaan melaporkan dan menyetor pajak secara rutin setiap bulannya.
Dengan demikian, Anda bisa terhindar dari denda yang merugikan.
Mengurusi pajak memang tergolong rumit. Apabila Anda tidak mahir dalam hal ini, tidak perlu ragu untuk menggunakan jasa pelaporan pajak. Biasanya penyedia jasa dapat membantu mempersiapkan tax planning hingga menghitung laporan pajak.
Ruang Pedia adalah penyedia jasa lapor pajak yang siap membantu Anda sebagai PKP pajak. Tersedia berbagai layanan seperti tax planning, perhitungan dan pelaporan PPh, hingga pencatatan laporan keuangan.
Konsultasikan permasalahan Anda sekarang kepada Ruang Pedia!
Saat akan meresmikan bisnis, pengusaha sering dihadapkan pada pilihan sulit: Mendirikan CV (Commanditaire Vennootschap) atau PT (Perseroan Terbatas)? Meski biaya pendirian CV seringkali lebih murah, tren menunjukkan bahwa mayoritas pengusaha modern lebih memilih bentuk PT. Pilihan ini bukan tanpa alasan.
Dalam dunia bisnis dan perizinan di Indonesia, Anda pasti sering mendengar istilah PMDN dan PMA. Kedua istilah ini merujuk pada status permodalan sebuah perusahaan yang terdaftar di badan pemerintah. Bagi pengusaha lokal yang ingin mendirikan Perseroan Terbatas (PT) atau CV,...